9/26/2013

Aneka Resep Madu

Resep Kesehatan

Resep Kecantikan
Wajah
Rambut
Kulit

Resep Makanan dan Minuman
Makanan
Masakan
Minuman dan Dessert

Referensi:
  1. Rostita dan Tim Redaksi Qanita. 2008. Berkat Madu: Sehat, Cantik, dan Penuh Vitalitas. Qanita. Bandung 
  2. Suranto, Adji. 2007. Terapi Madu. Penebar Plus. Jakarta
  3. Suranto, Adji. 2004. Khasiat dan Manfaat Madu Herbal. Agromedia Pustaka. Jakarta

Mengapa Madu Mengkristal

Kristalisasi merupakan proses alami yang merubah cairan madu menjadi padatan / gumpalan. Kristalisasi terjadi ketika glukosa, yang merupakan salah satu dari dua jenis gula utama yang ada pada madu (glukosa dan fruktosa) secara spontan memisah dari ikatannya. Glukosa kehilangan air (menjadi glukose monohydrate) berubah bentuk menjadi kristal yang mengikat komponen madu lainnya membentuk semi padatan.
 
Banyak faktor yang mempengaruhi kristalisasi pada madu, yaitu:
1. Faktor utama yang berpengaruh yaitu kadar glukosa dan kadar air. Kadar glukosa dan kadar air yang tinggi (seperti pada madu karet, kaliandra, kopi) mempercepat proses kristalisasi.
2. Adanya partikel - pertikel kecil seperti debu, bee pollen, sisa lilin atau propolis, dan gelembung udara pada madu dapat juga menstimulasi kristalisasi.
 

Umumnya, terjadinya kristalisasi tergantung dari jenis madu, penanganan pasca panen, dan kondisi penyimpanan. Kristalisasi pada madu mengurangi kualitas madu yang dijual. Kondisi ketika padatan madu sudah mencair akan mempercepat pertumbuhan khamir pada madu sehingga terjadilah fermentasi yang menghasilkan rasa asam pada madu.

Kristalisasi pada madu dapat dikurangi dengan menjaga suhu madu pada 40 - 71 derajat Celcius selama pembotolan, penyaringan madu sebelum dikemas untuk menghilangkan partikel-partikel yang dapat memancing kristalisasi (National Honey Board, 2006).
 

Jika madu sudah terlanjur mengkristal, sebaiknya madu dituang ke wadah dan rendam dalam air hangat sambil diaduk sampai kristalnya hancur. Atau tuang madu ke dalam wadah yang tahan panas, kemudian panaskan dalam microwave. Aduk setiap 30 detik sampai kristalnya mencair. Ingat, untuk mencairkan kembali kristal madu tidak dianjurkan untuk merebusnya.

dikutip dari:
mediamadupramuka.wordpress.com

Penyimpanan Madu

Tips Penyimpanan Madu yang Baik

Simpan madu dalam suhu ruang. Madu memiliki sifat higroskopis. Dengan kata lain, madu mudah sekali menyerap zat - zat yang ada di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu wadah madu harus tertutup rapat dan jauh dari zat - zat yang berbau tajam. 

Wadah yang bagus untuk madu yaitu bahan gelas / beling. Agar terhambat dari proses fermentasi dan kristalisasi, simpanlah pada ruangan dengan suhu sekitar 20 derajat celcius dan kelembaban udara kurang dari 65 % (FAO 2007). Tidak dianjurkan untuk menyimpan madu di dalam lemari es (refrigerator) karena mempercepat terjadinya kristalisasi dan fermentasi. Selain itu, jauhkan dari sinar matahari secara langsung karena dapat merusak kualitas madu yaitu glucose oxidase dan menghentikan aktivitas antibakteri. 

Madu tidak boleh disimpan dalam wadah logam untuk mencegah pengkaratan dan penyerapan logam berbahaya. Madu yang disimpan dalam suhu normal, susut 3,6% pada tahun pertama dan susut 25,5% pada tahun kedua karena terjadinya proses fermentasi (Sarwono, 2001). Proses ini menghasilkan alkohol yang selanjutnya berubah menjadi asam asetat. Madu yang rusak rasanya menjadi asam.

dikutip dari:
mediamadupramuka.wordpress.com

Kandungan Madu

Bagaimanapun bentuk atau rupa madu yang kita temukan, sebenarnya semua madu memiliki kandungan sebagai berikut:

1. Glukosa
madu asliKandungan zat ini mencapai 75% dan zat gula adalah zat yang dapat memungkinkan dinding sel pembuluh darah untuk mengalirkannya ke darah. Sebaliknya, jika terdapat berbagai sisa zat gula -khususnya gula putih (gula pasir) atau yang dikenal luas dengan nama gula tebu- yang menuntut organ pencernaan untuk  melakukan pekerjaan yang bermacam-macam, sehingga dapat mengubahnya menjadi zat gula sederhana berstruktur tunggal seperti glukosa yang dapat diserap oleh darah melalui dinding pembuluh darah.

Sesungguhnya zat gula (glukosa) yang terdapat di dalam kandungan madu, di samping akan dengan mudah diserap, ia juga akan menjadi lebih mudah disimpan. Penyebabnya adalah karena zat ini akan dapat langsung diserap oleh jantung yang akan mengubahnya menjadi glukogen yang dapat disimpan untuk dipergunakan saat dibutuhkan.

2. Beberapa zat asam organik yang jumlahnya mencapai 80%.

3. Protein dalam kuantitas kecil.

4. Zat ragi (enzim) dalam jumlah yang tidak berlebihan yang sangat penting untuk menggerakkan proses metabolisme di dalam tubuh. Beberapa di antaranya ialah:
a. Enzim amilase, yaitu zat yang bertugas mengubah zat pati menjadi glukosa.
b. Enzim invertase, yaitu zat yang bertugas mengubah gula putih (gula tebu) menjadi zat gula berstruktur tunggal (glukosa dan fruktosa) yang dapat diserap tubuh.
c. Enzim katalase dan peroxidase, yang penting bagi kinerja oksida dan pemulihan kondisi tubuh.
d. Enzim lipase, yang memiliki tugas khusus untuk mencerna lemak dan bahan-bahan berlemak lainnya.

Madu Manis dan Menyehatkan

Madu berupa cairan kental yang dihasilkan oleh lebah madu dari nektar (cairan manis yang ada di dalam bunga). Penggunaan madu sudah dimulai sejak jaman Yunani dan Mesir kuno. Di kedua negara tersebut madu dipuja dan dianggap sebagai hadiah dari para dewa.

Madu mengandung gula (glukosa, fruktosa, sukrosa, dan maltosa), dan sejumlah mineral penting seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu mengandung vitamin C, B1, B2, B6, dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas dan jenis nektar.
 
Madu sehat dikonsumsi karena:

Khasiat Madu

Madu adalah makanan yang mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat , protein, asam amino, vitamin, mineral, dekstrin, pigmen tumbuhan, dan komponen aromatik. 
Bahkan dari hasil penelitian ahli gizi dan pangan, madu mengandung karbohidrat yang paling tinggi di antara produk ternak lainnya; susu, telur, daging, keju, dan mentega. Yaitu sekitar 82,3% lebih tinggi. 
Setiap 100 gram madu murni bernilai 294 kalori. Dengan kata lain, tiap 1000 gram madu murni setara dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter susu atau 1680 gram daging. Dari hasil penelitian terbaru didapat bahwa zat-zat atau senyawa yang ada di dalam madu sangatlah kompleks, yaitu mencapai 181 jenis .

Kandungan Madu
Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik yakni asetilkolin. Asetilkolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah. Gula yang terdapat dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat bila dibandingkan dengan gula biasa. 

Di samping kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41%; glukosa 35%; sukrosa 1,9%) madu juga mengandung komponen lain seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan. Selain itu madu juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, dan mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. Selain itu madu juga mengandung antibiotik dan berbagai asam organik seperti asam malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat.

Khasiat dan Manfaat Madu
Madu dapat dikonsumsi oleh segala tingkatan usia.
1. Janin : Madu dapat memperkuat janin yang lemah dalam kandungan (rahim). 

2. Ibu Hamil : Madu membantu menjaga stamina dan kesehatan selama mengandung bayi. Juga membantu asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam kandungan .

3. Bayi : Madu membantu perkembangan otak bayi. Setiap harinya, otak bayi terus berkembang sampai dengan usia 5 tahun. Untuk itu ia membutuhkan gizi yang tinggi. Pertumbuhan dan perkembangan otak sangat terkait dengan kecerdasan pikiran (IQ) dan kecerdasan mental (EQ).